Athīr: Panel Siaran TOA Pondok dari Browser
Petugas piket bisa bicara langsung ke speaker TOA dari HP, atau mengetik pengumuman yang dibacakan suara AI dalam beberapa bahasa, lengkap dengan jadwal tugas dan riwayat siaran.

Mikrofon yang terikat di satu ruangan
Pengeras suara (TOA) adalah cara tercepat menyampaikan sesuatu ke seluruh pondok: waktu sholat berjamaah, pergantian jam pelajaran, kumpul di aula, atau memanggil santri ke kantor. Masalahnya, mikrofon amplifier hanya ada di satu ruangan. Petugas yang sedang di lapangan atau di asrama harus berjalan dulu ke sana, dan pengumuman yang sama diucapkan ulang setiap hari dengan kalimat yang berbeda-beda.
Athīr (أثير, udara atau gelombang siaran) memindahkan mikrofon itu ke browser. Sebuah mini PC tersambung ke amplifier TOA dan selalu “mendengarkan”; petugas cukup membuka panel di HP atau laptop untuk bersiaran.
Tiga cara bersiaran
Bicara langsung. Petugas menekan dan menahan tombol bicara (atau mengaktifkan mode kunci untuk pengumuman panjang). Bel bisa dibunyikan dulu sebelum mikrofon terbuka. Ada juga mode rekam dulu: suara direkam di HP lalu diputar ke TOA, sehingga petugas yang berdiri dekat speaker tidak mendengar gema suaranya sendiri.
Pengumuman teks dengan suara AI. Petugas memilih template seperti “Sholat berjamaah” atau “Pergantian Jam”, atau mengetik sendiri, lalu teksnya dibacakan oleh suara AI dari ElevenLabs. Teks bisa didikte lewat mikrofon, dan satu pengumuman bisa memuat beberapa bahasa: versi bahasa Indonesia diterjemahkan otomatis ke bahasa lain lewat DeepL, lalu disiarkan berurutan dengan jeda dan bel di antaranya. Tombol Dengar dulu memutar pratinjau sebelum benar-benar disiarkan.
Template panggilan memakai isian seperti nama santri, sehingga petugas cukup mengetik nama tanpa menyusun kalimat dari awal. Untuk template yang sering dipakai, rekaman suara bisa disiapkan sekali dan diputar ulang tanpa memanggil layanan suara AI lagi.
Putar audio. Bacaan Al-Qur’an, nasyid, atau jingle diunggah ke pustaka audio pondok dan bisa diputar ke TOA kapan saja, berulang beberapa kali bila perlu. Audio juga bisa diambil dari tautan YouTube.
Siapa boleh menyiarkan, dan kapan
Pengeras suara yang bisa diakses dari HP harus dijaga lebih ketat daripada mikrofon di ruangan terkunci. Setiap petugas masuk dengan PIN pribadi, dan hak aksesnya diatur per peran: operator hanya bersiaran, sementara pengelola bisa mengatur pengguna, template, suara, dan pustaka audio.
Petugas piket juga bisa diberi jadwal tugas. Di luar jamnya, panel menolak siaran dan mikrofon yang masih terbuka diputus otomatis. Satpam yang bertugas di hari Minggu, misalnya, hanya bisa memakai panel pada jam jaganya.
Semua siaran masuk ke riwayat: kapan, oleh siapa, jenisnya, dan isi teksnya, termasuk siaran yang dihentikan di tengah jalan. Pengumuman lama bisa didengar lagi, diputar ulang ke TOA, atau dipakai sebagai dasar pengumuman baru.
Di balik layar
Suara mengalir lewat LiveKit, server WebRTC yang berjalan di VPS. Browser petugas mengirim suaranya langsung ke server itu, sementara layanan Go menangani panel, suara AI, pustaka audio, dan YouTube melalui satu mesin pemutar, sehingga dua siaran tidak bisa bertabrakan. Di sisi pondok, mini PC menjalankan program penerima yang mencampur semua suara masuk dan mengirimkannya ke amplifier.
Mini PC tidak menyimpan kunci utama server; tiap titik speaker memakai kuncinya sendiri yang bisa dicabut tanpa mengganggu titik lain. Panelnya dibuat dengan React dan bisa dipakai di HP maupun laptop.
Status
Athīr adalah generasi kedua: versi awalnya dibangun di atas Mumble dan aplikasi HP terpisah, lalu ditulis ulang dengan LiveKit agar petugas cukup memakai browser. Saat ini satu titik speaker sudah tersambung dan dipakai petugas piket. Langkah berikutnya adalah menambah titik speaker di lokasi lain dengan mini PC masing-masing, serta relay untuk lampu tanda ON AIR.


