Absensi Sholat Berjamaah dengan Sidik Jari
Perangkat ESP32 dan sensor sidik jari yang mencatat kehadiran sholat berjamaah santri, tetap bekerja tanpa internet, dan menyetor log ke dasbor rekap pondok.

Latar belakang
Absensi sholat berjamaah sebelumnya dicatat di kertas oleh petugas. Cara ini lambat saat ratusan santri masuk masjid bersamaan, rawan titip absen, dan rekapnya baru bisa dibaca berhari-hari kemudian. Kami ingin alat yang cukup cepat untuk antrean menjelang iqamah, cukup tangguh untuk listrik yang sering padam, dan murah untuk dirakit sendiri.
Cara kerjanya
Petugas membuka sesi dengan sidik jarinya sendiri, memilih waktu sholat, lalu santri menempelkan jari satu per satu. Setiap waktu sholat punya sesi tersendiri, dan satu santri hanya tercatat sekali per sesi. Petugas menutup sesi dengan jarinya lagi, dan layar menampilkan ringkasan hadir.
Buzzer menjadi umpan balik utama karena santri jarang sempat membaca layar: satu bip pendek untuk diterima, dua bip untuk “sudah absen”, satu bip panjang untuk jari yang tidak dikenali.
Prinsip rancangan
- Kartu SD adalah sumber kebenaran, server hanyalah tujuan. Setiap absensi ditulis ke microSD sebagai CSV sebelum santri berikutnya dilayani. Unit tanpa WiFi, atau dengan server mati sebulan, tetap bekerja dan mengirim seluruh tunggakannya begitu server kembali.
- Tahan listrik padam. Berkas tidak dibiarkan terbuka, dan penanda posisi sinkron ditulis bergantian di dua slot ber-CRC agar padam di tengah penulisan tidak merusak data. Bila kartu bermasalah, record ditampung sementara di memori internal.
- Jaringan tidak boleh memperlambat jari. Kerja jaringan berjalan di core terpisah dan hanya di jendela sinkron saat alat menganggur, sehingga waktu tempel jari sampai bunyi tetap di bawah tiga detik.
- Hormati batas sensor. Sensor menyimpan 50 template: lima untuk petugas dan 45 untuk santri. Template dicadangkan ke kartu agar sensor yang rusak bisa diganti tanpa mendaftar ulang semua santri.
Dasbor dan rekap
Log dari setiap unit dikirim ke server Go dengan basis data PostgreSQL. Dasbor web menampilkan kehadiran harian, rincian per sesi, kesehatan unit di lapangan, peta slot sensor, dan santri yang belum mendapat slot.
Status saat ini
Dua unit terpasang di masjid untuk santri putra dan menjalankan firmware 2.0 dengan WiFi, jam RTC, dan sinkronisasi ke server. Karena satu sensor hanya memuat 45 santri, pekerjaan berikutnya adalah menambah unit agar seluruh santri mendapat slot, serta merapikan dokumentasi perakitan supaya pesantren lain dapat membangunnya sendiri.


