Ibnu Aqil Labs
Sedang berjalanIoT & Lingkungan

Absensi Sholat Berjamaah dengan Sidik Jari

Perangkat ESP32 dan sensor sidik jari yang mencatat kehadiran sholat berjamaah santri, tetap bekerja tanpa internet, dan menyetor log ke dasbor rekap pondok.

Periode
–kini
Tim
Tim IoTTim Rekayasa Perangkat LunakBagian Kesantrian
Kotak absensi hitam dengan layar OLED dan sensor sidik jari yang menyala biru

Latar belakang

Absensi sholat berjamaah sebelumnya dicatat di kertas oleh petugas. Cara ini lambat saat ratusan santri masuk masjid bersamaan, rawan titip absen, dan rekapnya baru bisa dibaca berhari-hari kemudian. Kami ingin alat yang cukup cepat untuk antrean menjelang iqamah, cukup tangguh untuk listrik yang sering padam, dan murah untuk dirakit sendiri.

Santri absen dengan menempelkan jari. Satu bip pendek berarti kehadiran sudah tercatat.

Cara kerjanya

Petugas membuka sesi dengan sidik jarinya sendiri, memilih waktu sholat, lalu santri menempelkan jari satu per satu. Setiap waktu sholat punya sesi tersendiri, dan satu santri hanya tercatat sekali per sesi. Petugas menutup sesi dengan jarinya lagi, dan layar menampilkan ringkasan hadir.

Buzzer menjadi umpan balik utama karena santri jarang sempat membaca layar: satu bip pendek untuk diterima, dua bip untuk “sudah absen”, satu bip panjang untuk jari yang tidak dikenali.

Unit absensi di meja kerja: kotak hitam dengan layar OLED bertuliskan Siap dan sensor sidik jari bulat yang menyala biru
Satu unit: ESP32, sensor sidik jari kapasitif HLK-ZW101, layar OLED 128×64, buzzer, RTC DS3231, dan kartu microSD.

Prinsip rancangan

  • Kartu SD adalah sumber kebenaran, server hanyalah tujuan. Setiap absensi ditulis ke microSD sebagai CSV sebelum santri berikutnya dilayani. Unit tanpa WiFi, atau dengan server mati sebulan, tetap bekerja dan mengirim seluruh tunggakannya begitu server kembali.
  • Tahan listrik padam. Berkas tidak dibiarkan terbuka, dan penanda posisi sinkron ditulis bergantian di dua slot ber-CRC agar padam di tengah penulisan tidak merusak data. Bila kartu bermasalah, record ditampung sementara di memori internal.
  • Jaringan tidak boleh memperlambat jari. Kerja jaringan berjalan di core terpisah dan hanya di jendela sinkron saat alat menganggur, sehingga waktu tempel jari sampai bunyi tetap di bawah tiga detik.
  • Hormati batas sensor. Sensor menyimpan 50 template: lima untuk petugas dan 45 untuk santri. Template dicadangkan ke kartu agar sensor yang rusak bisa diganti tanpa mendaftar ulang semua santri.

Dasbor dan rekap

Log dari setiap unit dikirim ke server Go dengan basis data PostgreSQL. Dasbor web menampilkan kehadiran harian, rincian per sesi, kesehatan unit di lapangan, peta slot sensor, dan santri yang belum mendapat slot.

Dasbor absensi sholat: ringkasan santri aktif, sesi hari ini, perangkat daring, dan grafik kehadiran tujuh hari terakhir
Dasbor ringkasan dengan grafik kehadiran tujuh hari terakhir.
Rincian sesi subuh unit PA-01: daftar santri hadir beserta jam tercatat dan daftar santri tidak hadir
Rincian satu sesi: siapa yang hadir dan siapa yang tidak. Nama santri disamarkan.
Daftar unit perangkat dengan status daring, slot sensor terpakai, versi firmware, dan kekuatan sinyal
Pemantauan unit: status daring, slot sensor, versi firmware, sinyal WiFi, dan kondisi kartu SD.
Halaman rekap kehadiran dengan filter periode, kelas, jenis kelamin, dan unit, serta persentase hadir
Rekap kehadiran per periode, kelas, dan unit, yang bisa diunduh sebagai PDF.

Status saat ini

Dua unit terpasang di masjid untuk santri putra dan menjalankan firmware 2.0 dengan WiFi, jam RTC, dan sinkronisasi ke server. Karena satu sensor hanya memuat 45 santri, pekerjaan berikutnya adalah menambah unit agar seluruh santri mendapat slot, serta merapikan dokumentasi perakitan supaya pesantren lain dapat membangunnya sendiri.

Tag

  • IoT
  • ESP32
  • sidik jari
  • absensi
  • Go
  • open hardware
Kembali ke semua penelitian